Curhat menembus lowongan kerja

Kalau menemui kesulitan menembus lowongan kerja; berkali-kali gagal mencari kerja, baik tidak pernah mendapat panggilan, tidak lolos tes awal, didrop seusai mengikuti wawancara kerja, atau kedodoran dan gagal menembus psikotes, mengapa cerita itu disimpan sendiri?  Ayo dong sampaikan pertanyaan, keluhan, unek-unek di sini. Saya insya Allah ada beberapa tips mencari jalan keluarnya.

Salam,

Duto Solo


Iklan

6 Tanggapan to “Curhat menembus lowongan kerja”

  1. ganug Says:

    Saya berkali-kali melamar kerja tetapi gagal terus. Apa bener ya kalau mau dapat kerja harus menyiapkan uang sogok untuk bagian personalia atau harus punya koneksi di dalam perusahaan?
    Terima kasih.
    Ganug

    Jawab:
    Ok untuk sementara Tim GG menjawab berdasar referensi yang diperoleh dari di Internet (sumbernya, ketika dilacak sudah tidak ketemu lagi).
    Ok. Bila Anda sudah sampai pada tahap tes dan wawancara kerja tetapi tidak diterima, tidak perlu terlalu berkecil hati. Kegagalan ini tidak serta merta berarti bahwa Anda kurang berkualitas. Lalu mengapa Anda tidak diterima? Berikut ini adalah sebagian dari banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan Anda:
    1.Latar belakang pendidikan, keterampilan dan atau pengalaman yang Anda miliki tidak sesuai dengan yang diminta. Jadi dalam hal ini Anda tidak dianggap sebagai orang yang tepat untuk menempati posisi yang kosong itu. Tidak tepat di suatu posisi di suatu perusahaan bukan berarti Anda tidak cocok di tempat lain bukan? Bisa jadi di posisi lain di perusahaan lain, Anda dianggap sangat bernilai.
    2.Hasil psikotes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak cocok dengan karakter pekerjaan yang nantinya akan Anda pegang. Tiap fungsi kerja mempunyai tuntutan karakter tersendiri. Untuk menduduki jabatan Sales/Marketing misalnya, dibutuhkan orang yang luwes bergaul, trampil berkomunikasi, kreatif, agresif dan sebagainya. Bila hasil tes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka wajar bila Anda gugur.
    3.Bila Anda sudah sampai pada tahap negosiasi gaji, mungkin gaji yang Anda ajukan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tidak semua perusahaan senang bila mendapatkan kandidat pelamar yang mengajukan gaji jauh di bawah “pasaran”. Bisa jadi mereka malah akan meragukan kualitas Anda. Jadi sebelum negosiasi gaji, pastikan Anda telah melakukan sedikit survei mengenai gaji untuk posisi yang sama di perusahaan-perusahaan lain, sedapat mungkin di industri yang sejenis.

    Duto Solo

  2. aldi Says:

    Pak mo tanya, apa wajib ya surat itu ditulis tangan? Kalo pake komputer apa gak bs?
    trims.

    Jawab:
    Prinsip utama dalam menulis surat lamaran kerja adalah tulisan bisa dibaca secara jelas, rapi dan usahakan tidak ada kesalahan sesedikit apapun.
    Dengan demikian, kami sarankan tulislah surat lamaran kerja dengan menggunakan ketik komputer, kecuali memang disebutkan dalam iklan bahwa pelamar harus menulis surat lamaran kerja dengan tulisan tangan ybs.
    Jika ada ketentuan tersebut, berarti perusahaan atau lembaga pengiklan sedang mencari tenaga kerja yang memiliki tulisan tangan bagus untuk pekerjaan-pekerjaan khusus tertentu.
    Salam.
    Duto Solo

  3. Naim Says:

    bos, saya selalu ditanya soal gaji ketika wawancara tapi bingung menjawabnya. baiknya bagaimana sih? suwun.

    Jawab:
    Tujuan pertanyaan mengenai “berapa gaji yang Anda minta” tersebut ada beberapa kemungkinan:
    1. Perusahaan sedang menjajaki sejauh mana Anda menilai diri Anda, seperti kinerja, kemampuan, motivasi kerja dan sebagainya.
    2. Perusahaan bertanya-tanya apakah kira-kira mereka bisa menggaji sebesar gaji yang Anda minta. Kalau Anda diminati tetapi permintaan gaji tinggi, berarti mereka akan bernegosiasi.
    3. Perusahaan sedang berusaha menekan sekecil mungkin anggaran untuk menggaji Anda dengan prinsip “siapa tahu bisa digaji di bawah anggaran semestinya”.

    Kemungkinan memang ada tujuan lain, tetapi pada dasarnya tiga kemungkinan itulah tujuan dari pertanyaan mengenai gaji.

    Prinsip utama untuk menjawab pertanyaan mengenai “gaji yang Anda minta” adalah:

    1. Jangan pernah menjawab “terserah kebijakan perusahaan” atau sejenisnya. Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki “harga” atau Anda sendiri tidak bisa menghargai diri sendiri. Bisa jadi ini dipersepsi oleh perekrut bahwa Anda tidak memiliki kemampuan yang memadai dan yang penting adalah mendapat pekerjaan.
    2. Jangan pernah menjawab “sebesar UMK atau UMR” jika Anda tidak tahu secara persis berapa UMR/UMK tempat di mana perusahaan itu berada. Sebab banyak sekali pelamar yang karena bingung menjawab asal kena “ya sesuai UMR saja, Pak”. Ketika ditanya lebih lanjut, “UMR mana? Berapa?”, maka jawabannya menjadi aneh, “Engg… berapa ya… ” Gedubrak…. maka Anda akan dicoret dari nominatorkaryawan baru.
    3. Jangan pernah menyebut angka yang relatif kecil dibandingkan dengan keahlian, pendidikan atau kemampuan dan tanggung jawab yang bakal Anda pikul kalau diterima bekerja. Selain Anda dianggap tidak memiliki kemampuan, maka Anda bisa jadi akan diangap “wah ini nanti bakal korupsi” atau “wah bakal nyambi kerja di luaran nih orang”, dsb.
    4. Jangan pernah meminta terlalu besar pula, sebab Anda akan dianggap sombong; atau kalau memang perusahaan meminati keahlian Anda, perekrut akan ragu-ragu bernegosiasi karena khawatir kalaupun Anda menerimanya maka akan bekerja sekehendak hati.

    Lantas berapa jumlah yang seharusnya Anda sebutkan? Sebelum menjawab jumlah tertentu, rincilah biaya kebutuhan Anda sehari-hari mulai dari biaya makan, transportasi, menabung dan segala hal yang sekiranya bisa membuat Anda tenang dalam bekerja.
    Dengan menyebut jumlah tertentu tetapi berdasarkan hitungan yang rasional, maka kalaupun perusahaan meminta Anda menurunkan jumlah gaji yang diminta, Anda bisa menjawabnya secara logis. Misalnya, “Baik Pak, jumlah itu bisa saya terima karena barangkali saya bisa menggunakan sepeda motor milik saudara untuk sarana transportasi. Denga demikian saya bisa mengurangi anggaran transport”; atau alasan
    lain yang rasional sehingga perusahaan pun merasa tenang menerima Anda bekerja di perusahaan tersebut.

    Hal yang juga berguna untuk referensi dalam menjawab pertanyaan itu adalah Anda perlu mencari tahu dahulu sebelumnya (dengan banyak cara) untuk mengetahui gaji standar yang diberikan oleh perusahaan itu kepada karyawan baru selevel Anda. Dengan demikian ada sedikit gambaran kira-kira berapa permintaan gaji yang harus kita ajukan dan kemungkinan besar diterima oleh perusahaan.

    Untuk penjelasan lain, Anda bisa melihat artikel terkait di sini.

    Kalau belum puas atas jawaban ini, silakan kirim pertanyaan lagi.
    Salam.
    Duto Solo

  4. Bambang Riyanto SSos Says:

    Mas, di kursusan saya sedang ada pelatihan tentang menulis surat lamaran kerja. Apakah bisa membantu kami?
    Salam.
    BRS Jogja

    Jawab:
    Tim kami siap membantu setiap saat. Silakan kontak kami melalui email.
    Salam,
    Duto Solo

  5. Rena Says:

    Mengapa saya selalu gugup setiap kali mengikuti wawancara kerja? Padahal saya sudah banyak membaca referensi untuk menghadapi wawancara. Tetap saja merasa gugup. Bantu donk.
    Trims.

    Jawab:
    Hal pertama yang perlu Anda camkan adalah membangun rasa percaya diri dulu.
    Kepercayaan diri memang perlu ditampilkan. Usahakan untuk melakukan kontak mata dengan penanya dan jawabpertanyaan- pertanyaan dengan jawaban yang jelas.
    Jangan lupa untuk cermat mendengarkan pertanyaan. Komunikasi harus berjalan dua arah. Jika Anda terlalu mendominasi konversasi, bisa jadi Anda kehilangan soal-soal yang dirasakan penting oleh penanya.
    Jika ada kesempatan bertanya, jangan menanyakan sesuatu yang bisa menimbulkan kesimpulan negatif. Contoh yang paling umum misalnya pertanyaan mengenai hari libur. Jika pertanyaan seputar ini terlalu rinci, jangan-jangan pihak pewawancara menganggap pelamar tertarik bergabung lebih karena banyaknya kesempatan libur. Kalaupun soal ini ingin diperjelas, pastikan bahwa pewawancara mengerti kenapa Anda perlu menanyakan hal itu.
    Sikap tubuh yang baik hendaknya diperhatikan selama berlangsungnya wawancara. Hindari bahasa-bahasa tubuh yang negatif, seperti menggerak-gerakkan kaki, menggigit bibir, melipat tangan, tidak melihat lawan bicara atau berdehem sebelum menjawab setiap pertanyaan.
    Anda juga harus bisa rileks dan terbuka
    Terlambat datang mengikuti wawancara misalnya, merupakan satu hal yang hendaknya tidak boleh terjadi. Tepat waktu (atau datang awal) biasanya diartikan oleh pengundang sebagai bentuk komitmen, bahkan lebih dari itu bisa dianggap sebagai tanda bisa dipercaya serta sikap profesional.
    Bersikaplah positif dan usahakan agar pihak lain merasa nyaman. Perlihatkan keterbukaan dengan cara memberi senyum hangat serta jabat tangan keras.
    Jangan memberi komentar negatif tentang perusahaan Anda sebelumnya atau perusahaan tempat bekerja sekarang.
    Rileks. Anggap saja wawancara adalah sebuah percakapan biasa. Ingat, penanya sebenarnya sama groginya dengan yang diwawancara.
    Bila wawancara sudah selesai, jangan lupa memberi salam dan mengucapkan terima kasih. Kesankan bahwa Anda berminat dengan posisi yang ditawarkan. Kalau perlu tanyakan kemungkinan bisa menelepon untuk mencek status lamaran. Kalau mereka menyatakan akan mengontak, dengan sopan tanyakan kapan hal itu bisa diharapkan.
    Kirimkan pesan, “Terima kasih untuk wawancaranya”. Usahakan supaya pesan itu tiba sebelum keputusan diambil. Kalau kontak selama ini dilakukan melalui e-mail, kirim e-mail terima kasih segera setelah wawancara.
    Duto Solo

  6. Rizky Says:

    kl mau email langsng ke Tim GG, bagaimna cara ny ya ? email ny apa ?

    terima kasih atas perhatian yg diberikan..

    Jawab:
    Alamat email: timgriyagawe@yahoo.com
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: